Skip to main content

Sabat, 11 Desember 2021

Image https://imgdotheartlightdotorg/overlazy/backgrounds/1759dotjpg

Saya memiliki hikmat untuk melawan godaan Setan hanya melalui kasih karunia Kristus yg adalah kemahahadiran roh Kristus, hidupnya Kristus yg tinggal, bertahta dan memerintah dalam hati dan hidup saya, setiap hari, setiap saat

Saya (Egw) berterima kasih kepada Bapa surgawi untuk istirahat yang saya miliki di malam hari. Merupakan hak istimewa saya untuk memiliki kedamaian dan ketenangan dalam roh.

Kasih karunia Kristus dijanjikan kepada semua orang yang menerima Dia dan percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat pribadi mereka. Ini harus kita semua lakukan, kalau tidak kita tidak akan memiliki hikmat untuk melawan godaan Setan.

Kita mungkin melihat ke Mata Air yang hidup, tetapi kita harus tahu sendiri apa artinya bagi kita minum air kehidupan, dan makan daging Anak Allah—yaitu menerima sabda dengan iman yang hidup.

Meminum darah-Nya adalah sesuai dengan firman yang akan dicerna dan akan diedarkan ke seluruh sistem kita. Sebagaimana darah mengalir ke seluruh tubuh, demikian juga meminum darah Anak Allah

dalam merenungkan Firman dan mempraktikkan setiap prinsip yang telah Tuhan berikan kepada kita dalam pelajaran-Nya—membawanya sebagai arus vital ke dalam hati kita. {Ms182-1898.44}

I am thankful to my heavenly Father for the rest I have had during the night. It is my privilege to have peace and rest in spirit. The grace of Christ is promised to all them that receive Him and believe in Him as their personal Saviour. This we must all do, else we will not have wisdom to resist the temptations of Satan. We may look to the living Fountain, but we must know for ourselves what it means to us to drink of the waters of life, and to eat of the flesh of the Son of God—which is to accept the Word by living faith. The drinking of His blood is the appropriating of the Word that it shall be digested and shall circulate through our whole system. As the blood circulates through the body, so the drinking the blood of the Son of God—in meditating on the Word and practicing every principle the Lord has given us in His lessons—brings it as a vital current into our hearts. {Ms182-1898.44}


Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Rabu, 19 Mei 2021. Stabilitas Hukum Tuhan

Betapa sering saya yang sehat melupakan belas kasihan yang luar biasa yang diteruskan kepada saya hari demi hari, tahun demi tahun, saya tidak memberikan penghargaan kepada Tuhan atas semua manfaat-Nya. Tetapi ketika penyakit datang, saya baru ingat Tuhan, baru 'baik-baik' sama Tuhan ? Dan saya wajib ingat, saat Tuhan memberikan kesembuhan kpd saya dari penyakit saya berada di bawah kewajiban yang diperbarui kepada Pencipta ? Ketika kesepuluh penderita kusta itu sembuh, hanya satu yang kembali untuk menemukan Yesus dan memuliakan-Nya. Janganlah saya menjadi seperti sembilan orang yang tidak berpikir, yang hatinya tidak tersentuh oleh belas kasihan Tuhan ? Sudahkah saya menjaga stabilitas hukum (kesehatan) Tuhan ? Yak. 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. “Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.” Apakah ada di antara kita yang be...