Skip to main content

Kamis, 07 Oktober 2021


Kejahatan orang Amori harus mencapai kepenuhannya sebelum Allah mengirimkan mandatNya untuk menghancurkan sama sekali. 

Pada generasi keempat, Allah merampas mereka untuk memberi ruang bagi umat-Nya. Di sini kita melihat penderitaan panjang Allah; Dia mengizinkan bangsa-bangsa suatu masa percobaan tertentu, tetapi ada titik di mana akumulasi kesalahan mereka akan menghadapi hukumanNya. 

Mereka yang membatalkan hukum Allah, maju dari satu tingkat kejahatan ke tingkat kejahatan yang lain. Anak-anak akan mewarisi dari orang tua mereka roh yang jahat dan memberontak melawan Allah dan hukum-Nya, dan akan mencapai tingkat kejahatan yang lebih besar daripada orang tua mereka sebelum mereka sampai murka Allah menimpa mereka. 

HukumanNya pun tak kalah pasti karena lama tertunda. Allah ingin kita mengambil pelajaran ini dalam hati. Dia ingin kita melihat prinsip keadilan ilahi dalam urusanNya, dan membuat kita memahami bahwa catatan tentang ketidaksalehan dan pelanggaran hukum dari setiap orang dan bangsa dengan akurasi Allah yang tak terbatas disimpan. 

Meskipun ukuran kesalahan sedang mengisi, Allah masih menanggung, Dia memberi kesempatan dan keuntungan tambahan, menyerukan pertobatan dan mengajukan pengampunan. 

Namun jika mereka terus menolak terang, dan tidak mengindahkan peringatan Allah, keadilan ilahi-Nya tidak akan selalu berlaku; karena ini adalah noda, noda di alam semestaNya; kesalahan mereka akan merusak semua yang berhubungan dengan mereka dan menyebar luas. {ST 10 Juni 1880, par. 2} 

The iniquity of the Amorites must reach its fullness before God would send forth his mandate to destroy utterly. In the fourth generation God dispossessed them to make room for his people. Here we see the long suffering of God; he allows nations a certain probation, but there is a point where their accumulated guilt will meet its punishment. Those who would make void God’s law, advance from one degree of wickedness to another. Children would inherit from their parents the wicked, rebellious spirit against God and his law, and would go to greater extent in wickedness than their fathers before them until the wrath of God breaks forth upon them. The punishment was none the less certain because long delayed. God would have us take these lessons to heart. He would have us see the principle of divine justice in his dealings, and have us understand that a record is kept of the impieties and law breaking of any people and nation with the unerring accuracy of an infinite God. Although the measure of iniquity is filling up, God still bears, he gives additional opportunities and advantages, calling to repentance and proffering pardon. Yet if they continue to refuse light, and heed not the warnings of God, his divine justice will not always bear; for these are a blot, a stain upon his universe; their iniquity will corrupt all connected with them and become wide-spread. {ST June 10, 1880, par. 2}


Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Rabu, 19 Mei 2021. Stabilitas Hukum Tuhan

Betapa sering saya yang sehat melupakan belas kasihan yang luar biasa yang diteruskan kepada saya hari demi hari, tahun demi tahun, saya tidak memberikan penghargaan kepada Tuhan atas semua manfaat-Nya. Tetapi ketika penyakit datang, saya baru ingat Tuhan, baru 'baik-baik' sama Tuhan ? Dan saya wajib ingat, saat Tuhan memberikan kesembuhan kpd saya dari penyakit saya berada di bawah kewajiban yang diperbarui kepada Pencipta ? Ketika kesepuluh penderita kusta itu sembuh, hanya satu yang kembali untuk menemukan Yesus dan memuliakan-Nya. Janganlah saya menjadi seperti sembilan orang yang tidak berpikir, yang hatinya tidak tersentuh oleh belas kasihan Tuhan ? Sudahkah saya menjaga stabilitas hukum (kesehatan) Tuhan ? Yak. 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. “Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.” Apakah ada di antara kita yang be...