Skip to main content

Jumat, 01 Oktober 2021.


Image https://images-wixmp-ed30a86b8c4ca887773594c2dotwixmpdotcom/f/c390a6df-aac9-4251-afa7-422a0a4ab0e2/ddrmoij-ee48ac7d-cfe7-4a35-a1c1-fdf5eb756a18dotjpg

Sadarkah saya, dunia ini sedang dalam peperangan antara kuasa kebenaran yang dipimpin Yesus Kristus vs kuasa kegelapan pimpinan Setan, mantan pimpinan malaikat2 surga ?

Setan telah berhasil mencobai saya hingga menempatkan diri saya melawan Allah & melanggar hukumNya, dan hanya melalui kasih karunia Kristus yang adalah roh Kristus dan hidupnya Kristus saja saya dapat dimampukan untuk taat kepada hukum Allah Bapa ?

Dari awal pertentangan besar itu telah menjadi tujuan Setan untuk salah menggambarkan karakter Allah dan untuk membangkitkan pemberontakan melawan hukum-Nya, dan pekerjaan ini tampaknya dimahkotai dengan kesuksesan. 

Orang banyak mendengarkan tipu daya Setan dan menempatkan diri mereka melawan Allah. Namun di tengah pekerjaan kejahatan, tujuan Allah terus maju menuju pencapaiannya; untuk semua kecerdasan yang diciptakan, Dia mewujudkan keadilan dan kebaikan-Nya. 

Melalui pencobaan Setan seluruh umat manusia telah menjadi pelanggar hukum Allah, tetapi dengan pengorbanan AnakNya, sebuah jalan terbuka di mana mereka dapat kembali kepada Allah. 

Melalui kasih karunia Kristus mereka dapat dimampukan untuk taat kepada hukum Bapa. 

Jadi di setiap zaman, dari tengah kemurtadan dan pemberontakan, Allah mengumpulkan suatu umat yang setia kepada-Nya, suatu umat yang “di dalam hatinya ada hukum-Nya.” Yesaya 51:7. {PP 338.2}

Ketika Roh Kristus memenuhi seluruh hati, itu membawa perubahan yang menentukan dalam karakter. EGW, Ms24, 1887, par.22

From the opening of the great controversy it has been Satan’s purpose to misrepresent God’s character and to excite rebellion against His law, and this work appears to be crowned with success. The multitudes give ear to Satan’s deceptions and set themselves against God. But amid the working of evil, God’s purposes move steadily forward to their accomplishment; to all created intelligences He is making manifest His justice and benevolence. Through Satan’s temptations the whole human race have become transgressors of God’s law, but by the sacrifice of His Son a way is opened whereby they may return to God. Through the grace of Christ they may be enabled to render obedience to the Father’s law. Thus in every age, from the midst of apostasy and rebellion, God gathers out a people that are true to Him—a people “in whose heart is His law.” Isaiah 51:7. {PP 338.2}

When the Spirit of Christ fills the whole heart, it brings about a decisive change in the character. EGW, Ms24, 1887, par.22


Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Rabu, 19 Mei 2021. Stabilitas Hukum Tuhan

Betapa sering saya yang sehat melupakan belas kasihan yang luar biasa yang diteruskan kepada saya hari demi hari, tahun demi tahun, saya tidak memberikan penghargaan kepada Tuhan atas semua manfaat-Nya. Tetapi ketika penyakit datang, saya baru ingat Tuhan, baru 'baik-baik' sama Tuhan ? Dan saya wajib ingat, saat Tuhan memberikan kesembuhan kpd saya dari penyakit saya berada di bawah kewajiban yang diperbarui kepada Pencipta ? Ketika kesepuluh penderita kusta itu sembuh, hanya satu yang kembali untuk menemukan Yesus dan memuliakan-Nya. Janganlah saya menjadi seperti sembilan orang yang tidak berpikir, yang hatinya tidak tersentuh oleh belas kasihan Tuhan ? Sudahkah saya menjaga stabilitas hukum (kesehatan) Tuhan ? Yak. 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. “Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.” Apakah ada di antara kita yang be...