“Dia yang tidak mengasihi tidak mengenal Allah; karena Allah adalah kasih"
Dalam hal ini dinyatakan kasih Allah kepada kita, karena bahwa Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia, agar kita dapat hidup melalui Dia.
Di sinilah kasih, bukan karena kita mengasihi Allah, tetapi bahwa Dia mengasihi kita, dan mengutus Anak-Nya untuk menjadi pendamaian bagi dosa-dosa kita.
Saudara-saudaraku yang kekasih, jika Allah begitu mengasihi kita, sudah sepatutnya kita juga saling mengasihi. Tidak ada manusia yang pernah melihat Allah.
Jika kita saling mengasihi, Allah diam di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Dengan ini kita tahu, bahwa kita diam di dalam Dia, dan Dia di dalam kita, karena Dia telah mengaruniakan kepada kita dari Roh-Nya.” {TM 94.2}
“He that loveth not knoweth not God; for God is love. In this was manifested the love of God toward us, because that God sent His only-begotten Son into the world, that we might live through Him. Herein is love, not that we loved God, but that He loved us, and sent His Son to be the propitiation for our sins. Beloved, if God so loved us, we ought also to love one another. No man hath seen God at any time. If we love one another, God dwelleth in us, and His love is perfected in us. Hereby know we that we dwell in Him, and He in us, because He hath given us of His Spirit.” {TM 94.2}
Comments
Post a Comment