Mereka yang memiliki iman sejati berdiri di bawah panji Pangeran Emmanuel, dan berhasil berperang melawan kuasa kegelapan. Mereka siap untuk melakukan apa pun yang diperintahkan Kapten keselamatan mereka.
Mereka dimampukan melalui kasih karunia Kristus untuk menjadi teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataan, dalam percakapan, dalam kasih, dalam roh, dalam iman, dalam kemurnian.
Ada pekerjaan besar yang harus kita lakukan jika kita mau mewarisi kehidupan kekal. Kita harus menyangkal kefasikan dan nafsu duniawi, dan hidup dalam kebenaran.
Firman Tuhan berkata, “Iman tanpa perbuatan adalah mati.” Kita harus “berjuang dalam perjuangan iman yang baik, berpegang pada hidup yang kekal,” menyangkal diri, memikul salib, dan mengikuti jejak Penebus kita setiap hari.
Kita dinasihati untuk “membersihkan diri kita dari segala kekotoran daging dan roh, menyempurnakan kekudusan dalam takut akan Allah.” Yesus berkata, "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup." Dan Dia meminta kita mengikutiNya.
Jika kita menjadikanNya teladan kita, kita tidak akan gagal masuk ke dalam kerajaan abadi-Nya. Ada salib yang harus diangkat, jika kita mengikut Kristus.
Kita akan menemukan bahwa ada tembok tinggi yang harus didaki, sebuah tangga untuk didaki, sebelum kita dapat memasuki kota abadi; tetapi ketika kita menyadari ketidakefisienan kita sendiri, dan berseru memohon kuasa ilahi,
suara Yesus akan datang kepada kita berkata, “Peganglah kekuatanKu, 'lihatlah, Aku selalu bersamamu, bahkan sampai akhir dunia.'”
Kekuatan Yesus akan diberikan kepada setiap jiwa yang berjuang secara sah untuk penguasaan. Semua mungkin menjadi pemenang.
Those who possess genuine faith stand under the banner of Prince Emmanuel, and wage a successful warfare against the powers of darkness. They stand ready to do whatsoever the Captain of their salvation commands. They are enabled through the grace of Christ to be an example of the believers in word, in conversation, in charity, in spirit, in faith, in purity. There is a great work for us to do if we would inherit eternal life. We are to deny ungodliness and worldly lusts, and live a life of righteousness. Says the word of God, “Faith without works is dead.” We are to “fight the good fight of faith, lay hold on eternal life,” deny self, take up the cross, and follow daily in the footsteps of our Redeemer. We are exhorted to “cleanse ourselves from all filthiness of the flesh and spirit, perfecting holiness in the fear of God.” Jesus says, “I am the way, the truth, and the life.” And he bids us follow him. If we make him our example, we shall not fail of an entrance into his everlasting kingdom. There is a cross to be lifted, if we follow Christ. We shall find that there is a high wall to be scaled, a ladder to be climbed, before we can enter the eternal city; but as we realize our own inefficiency, and cry for divine power, the voice of Jesus will come to us saying, “Take hold of my strength, ‘lo, I am with you alway, even unto the end of the world.’” The strength of Jesus will be imparted to every soul who strives lawfully for the mastery. All may be overcomers. ST June 10, 1889, par. 6
Comments
Post a Comment