Skip to main content

Rabu, 11 Agustus 2021.

 


Masihkah saya gemar mengeluh dan menggerutu atas hidup yang saya jalani sampai hari ini ?

Sudahkah saya memandang ke salib, memandang Anak Allah yg tergantung di sana karena 'sepakterjang' dan dosa2 saya ?

Gantinya saya mengeluh dan menggerutu, ada pekerjaan di hadapan saya untuk menaklukkan kesombongan dan kesia-siaan yang mencari tempat di hati saya, dan melalui penyesalan dan iman untuk membawa diri saya ke dalam percakapan yang akrab dan kudus dengan Kristus....?

Saya harus menyangkal diri, dan terus berjuang melawan kesombongan diri. Saya harus menyembunyikan diri di dalam Yesus, dan membiarkan Dia muncul dalam karakter dan percakapan saya (gantinya mengeluh & menggerutu) ?

Datanglah, kamu yang mencari kesenanganmu sendiri dalam kesenangan terlarang dan pemanjaan dosa, kamu yang tercerai-berai dari Kristus, pandanglah salib Kalvari; lihatlah korban kerajaan menderita karenamu, dan selagi kamu memiliki kesempatan, jadilah bijaksana, dan carilah mata air kehidupan dan kebahagiaan sejati. 

Marilah, kamu yang mengeluh dan menggerutu atas ketidaknyamanan kecil dan beberapa pencobaan yang harus kamu hadapi dalam hidup ini, lihatlah Yesus, Pencipta dan Penyempurna imanmu. 

Dia berbalik dari takhta kerajaan-Nya, perintah-Nya yang tinggi, dan, mengesampingkan keilahian-Nya, mengenakan diri-Nya dengan kemanusiaan. Demi kita, Dia ditolak dan dihina; Dia menjadi miskin agar kita melalui kemiskinan-Nya menjadi kaya. 

Dapatkah kamu melihat dengan mata iman penderitaan Kristus, menceritakan pencobaanmu, kisah kesengsaraanmu? Dapatkah kamu menyimpan dendam di dalam hatimu sementara kamu mengingat doa yang keluar dari bibir pucat dan gemetar Kristus untuk para pencerca-Nya, para pembunuh-Nya: “Bapa, ampunilah mereka; karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan”? {LHU 233.3}

Ada pekerjaan di hadapan kita untuk menaklukkan kesombongan dan kesia-siaan yang mencari tempat di hati kita, dan melalui penyesalan dan iman untuk membawa diri kita ke dalam percakapan yang akrab dan kudus dengan Kristus.... 

Kita harus menyangkal diri, dan terus berjuang melawan kesombongan. Kita harus menyembunyikan diri di dalam Yesus, dan membiarkan Dia muncul dalam karakter dan percakapan kita. 

Sementara kita terus-menerus memandang kepada Dia yang telah ditikam oleh dosa-dosa kita dan kesengsaraan kita, kita akan memperoleh kekuatan untuk menjadi seperti Dia. 

Hidup kita, tingkah laku kita, akan bersaksi betapa kita menghargai Penebus kita, dan keselamatan yang telah Dia buat bagi kita dengan harga yang sedemikian besar bagi diri-Nya. 

Dan kedamaian kita akan seperti sungai sementara kita mengikat diri kita sendiri dalam tawanan yang rela dan bahagia kepada Yesus (The Signs of the Times, 17 Maret 1887). {LHU 233.4}

Come, you who are seeking your own pleasure in forbidden joys and sinful indulgences, you who are scattering from Christ, look upon the cross of Calvary; behold the royal victim suffering on your account, and while you have opportunity be wise, and seek the fountain of life and true happiness. Come, you who complain and murmur at the little inconveniences and the few trials you must meet in this life, look on Jesus, the author and finisher of your faith. He turned from His royal throne, His high command, and, laying aside His divinity, clothed Himself with humanity. For our sakes He was rejected and despised; He became poor that we through His poverty might be made rich. Can you, beholding by the eye of faith the sufferings of Christ, tell your trials, your tale of woe? Can you nurse revenge in your heart while you remember the prayer that came from the pale and quivering lips of Christ for His revilers, his murderers: “Father, forgive them; for they know not what they do”? {LHU 233.3}

There is a work before us to subdue the pride and vanity that seek a place in our hearts, and through penitence and faith to bring ourselves into familiar and holy converse with Christ.... We must deny self, and fight continually against pride. We must hide self in Jesus, and let Him appear in our character and conversation. While we look constantly to Him whom our sins have pierced and our sorrows have burdened, we shall acquire strength to be like Him. Our lives, our deportment, will testify how highly we prize our Redeemer, and the salvation He has wrought out for us at such a cost to Himself. And our peace will be as a river while we bind ourselves in willing, happy captivity to Jesus (The Signs of the Times, March 17, 1887). {LHU 233.4}


Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Sabtu, 31 Oktober 2020. Lebih Banyak lagi Pelajaran dari Guru Agung

Bartimeus yg buta rindu bertemu Yesus Kristus utk disembuhkan dan berhasil bertemu dan disembuhkan, namun banyak orang yang bisa melihat yang tidak mampu bertemu Juruselamat dunia ? apa saya sungguh membutuhkan Yesus Kristus dalam hidup saya atau saya hanya sekadar orang yg bisa melihat tapi 'buta' akan kebutuhan Juruselamat (tahukah saya kenapa saya masih 'buta' sampai hari ini) ? Orang Farisi dan para 'guru2 spiritual' yg handal dlm mengajarkan firman, para ahli2 kitab tidak dapat melihat keindahan di dalam Yesus Kristus, mereka nampaknya melihat tapi 'buta' juga ? Yesus yang mana sesungguhnya yg sdg saya 'pandang' ? Yesus Kristus atau 'Yesus' yang lain (another Jesus) yg menginspirasi 'lifestyle' saya ? Tahukah saya, saat saya 'memandang' maka saya akan diubahkan serupa dengan yg saya 'pandang' ? Sadarkah saya, jika saya 'memandang' Yesus Kristus yang biasa berpakaian sederhana dan hidup sederhana, maka ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}