Bisakah prinsip-prinsip agama saya menuntun saya dengan segera dan tegas melawan tipu daya Setan di pertentangan besar ini ?
Terpikirkah oleh saya bahwa jika bukan karena tindakan jahat istri Potifar, Yusuf tidak akan pernah menjadi perdana menteri Mesir ?
Pelajaran dari Yusuf terkait kepatuhan, merendahkan diri menyiapkan dia utk ditinggikan Allah, maukah saya hidupkan kehidupan yang demikian ?
Pelajaran dari Yusuf apa yang bisa saya petik agar saya juga dapat melewati situasi yang paling merusak tanpa terkontaminasi ?
Di mana pun engkau ditempatkan, engkau harus dibentengi oleh prinsip yang teguh. Memasuki kehidupan yang ditentukan oleh pertolongan Allah untuk melekat erat pada hal-hal yang jujur, benar, indah, dan baik.
Takut akan Allah, bersatu dengan cinta yang mulia, murni, dan meninggikan, akan menjagamu dari tindakan tidak jujur ....
Betapa menyenangkan, betapa memuaskan, akan menjadi ingatan sepanjang hidup yang meskipun terkena banyak pencobaan yang ganas, tanganmu tidak ternoda oleh ketidakjujuran, dan hatimu tidak ternoda oleh pencobaan.... {CTr 97.2}
Yusuf diselamatkan oleh prinsip-prinsip agamanya, yang menuntunnya dengan segera dan tegas untuk melawan tipu daya Setan.
Penggodanya, dikalahkan dalam tujuannya, dengan jahat berusaha menghancurkan pemuda yang kebajikannya tidak dapat dia rusak, dan menuduh Yusuf atas kejahatan yang tidak akan dia lakukan....
Allah menjadikan pemenjaraan pemuda yang setia ini sebagai sarana peningkatannya. Jika bukan karena tindakan jahat istri Potifar ini, Yusuf tidak akan pernah menjadi perdana menteri Mesir. {CTr 97.3}
Meskipun kejahatan tampaknya menang sementara kebajikan diinjak-injak dalam debu, Yusuf tidak memperburuk keadaannya dengan mencela. Dia memiliki agama yang sejati....
Allah sedang mengajarkan Yusuf pelajaran penting. DIA sedang mempersiapkan dia untuk posisi kepercayaan, kehormatan, dan kegunaan.
Yusuf belajar untuk memerintah dengan terlebih dahulu belajar untuk patuh. Dia merendahkan dirinya, dan Allah meninggikan dia.
Agama Alkitab tidak pernah merendahkan si penerima; sebaliknya, ia meninggikan dan memuliakan semua orang yang menerima dan menaati ajarannya.
Takut akan Allah adalah pertahanan yang kuat bagi kaum muda. Dengan perisai ini mereka dapat melewati situasi yang paling merusak tanpa terkontaminasi. {CTr 97.4}
Wherever you may be placed, you must be fortified by firm principle. Enter life determined by the help of God to cleave close to whatsoever things are honest, true, lovely, and of good report. The fear of God, united with the love of that which is noble, pure, and elevating, will guard you from a dishonest action.... How pleasant, how satisfactory, will be the recollection all through life that though exposed to many and fierce temptations, your hands were unstained by dishonesty, and your heart undefiled by cherishing temptation.... {CTr 97.2}
Joseph was saved by his religious principles, which led him promptly and firmly to resist the device of Satan. His tempter, defeated in her purpose, wickedly sought to ruin the youth whose virtues she could not corrupt, and accused Joseph of the very crime he would not commit.... God made the imprisonment of this faithful youth the means of his elevation. Had it not been for this wicked act of Potiphar’s wife, Joseph would never have become prime minister of Egypt. {CTr 97.3}
Although vice seemed to triumph while virtue was trampled in the dust, Joseph did not make his lot worse by repining. He possessed genuine religion.... God was teaching Joseph important lessons. He was preparing him for a position of trust, honor, and usefulness. Joseph learned to govern by first learning to obey. He humbled himself, and God exalted him. The religion of the Bible never degrades the receiver; on the contrary, it elevates and ennobles all who accept and obey its teachings. The fear of God is a strong defense for the youth. With this shield they may pass through the most corrupting scenes uncontaminated. {CTr 97.4}
Comments
Post a Comment