Skip to main content

Jumat, 27 Agustus 2021. Pendalaman


Sabat adalah tanda kasih dan kuasa Kristus, Anak Allah, Sang Pencipta

Segala sesuatu diciptakan oleh Anak Allah. 

“Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah.... Segala sesuatu dijadikan oleh Dia; dan tanpa Dia tidak ada sesuatu pun yang telah dijadikan.” Yohanes 1:1-3. 

Dan karena Sabat adalah peringatan akan pekerjaan penciptaan, itu adalah tanda kasih dan kuasa Kristus. {DA 281.3}

Sabat memanggil pikiran kita ke alam, dan membawa kita ke dalam persekutuan dengan Sang Pencipta. Dalam nyanyian burung, desahan pepohonan, dan musik laut, kita mungkin masih mendengar suara-Nya yang berbicara dengan Adam di Eden di hari yang sejuk. 

Dan ketika kita melihat kuasa-Nya di alam, kita menemukan penghiburan, karena Firman yang menciptakan segala sesuatu adalah yang berbicara tentang kehidupan kepada jiwa. 

Dia “yang memerintahkan terang untuk bersinar dari kegelapan, telah bersinar di dalam hati kita, untuk memberikan terang pengetahuan tentang kemuliaan Allah di hadapan Yesus Kristus.” 2 Korintus 4:6. {DA 281.4}

*Tulisan aslinya :*

All things were created by the Son of God. “In the beginning was the Word, and the Word was with God.... All things were made by Him; and without Him was not anything made that was made.” John 1:1-3. And since the Sabbath is a memorial of the work of creation, it is a token of the love and power of Christ. {DA 281.3}

The Sabbath calls our thoughts to nature, and brings us into communion with the Creator. In the song of the bird, the sighing of the trees, and the music of the sea, we still may hear His voice who talked with Adam in Eden in the cool of the day. And as we behold His power in nature we find comfort, for the word that created all things is that which speaks life to the soul. He “who commanded the light to shine out of darkness, hath shined in our hearts, to give the light of the knowledge of the glory of God in the face of Jesus Christ.” 2 Corinthians 4:6. {DA 281.4}


Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Rabu, 19 Mei 2021. Stabilitas Hukum Tuhan

Betapa sering saya yang sehat melupakan belas kasihan yang luar biasa yang diteruskan kepada saya hari demi hari, tahun demi tahun, saya tidak memberikan penghargaan kepada Tuhan atas semua manfaat-Nya. Tetapi ketika penyakit datang, saya baru ingat Tuhan, baru 'baik-baik' sama Tuhan ? Dan saya wajib ingat, saat Tuhan memberikan kesembuhan kpd saya dari penyakit saya berada di bawah kewajiban yang diperbarui kepada Pencipta ? Ketika kesepuluh penderita kusta itu sembuh, hanya satu yang kembali untuk menemukan Yesus dan memuliakan-Nya. Janganlah saya menjadi seperti sembilan orang yang tidak berpikir, yang hatinya tidak tersentuh oleh belas kasihan Tuhan ? Sudahkah saya menjaga stabilitas hukum (kesehatan) Tuhan ? Yak. 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. “Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.” Apakah ada di antara kita yang be...