Skip to main content

Kamis, 27 Mei 2021. Mengingat Hari Sabat

Kel. 20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat

Seandainya hari Sabat selalu dirayakan secara sakral, tidak akan pernah ada seorang ateis atau penyembah berhala. 

Lembaga Sabat yang berasal dari Eden, setua dunia itu sendiri. Itu diamati oleh semua leluhur, dari penciptaan. 

Selama perbudakan di Mesir, orang Israel dipaksa oleh pemberi tugas mereka untuk melanggar Sabat, dan sebagian besar mereka kehilangan pengetahuan tentang kesuciannya. 

Ketika hukum diproklamasikan di Sinai, kata-kata pertama dari perintah keempat adalah, "Ingatlah hari Sabat, untuk menguduskannya" —menunjukkan bahwa pada saat itu Sabat belum ditetapkan; kita diarahkan kembali ke asal mula penciptaan. 

Untuk melenyapkan Tuhan dari pikiran manusia, Setan bermaksud untuk menghancurkan tugu peringatan yang besar ini. Jika manusia dapat dituntun untuk melupakan Penciptanya, mereka tidak akan berusaha melawan kekuatan jahat, dan Setan akan memastikan mangsanya.489 {CCh 270.5}

Had the Sabbath always been sacredly observed, there could never have been an atheist or an idolater. The Sabbath institution, which originated in Eden, is as old as the world itself. It was observed by all the patriarchs, from creation down. During the bondage in Egypt, the Israelites were forced by their taskmasters to violate the Sabbath, and to a great extent they lost the knowledge of its sacredness. When the law was proclaimed at Sinai the very first words of the fourth commandment were, “Remember the Sabbath day, to keep it holy”—showing that the Sabbath was not then instituted; we are pointed back for its origin to creation. In order to obliterate God from the minds of men, Satan aimed to tear down this great memorial. If men could be led to forget their Creator, they would make no effort to resist the power of evil, and Satan would be sure of his prey.489 {CCh 270.5}


Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Rabu, 19 Mei 2021. Stabilitas Hukum Tuhan

Betapa sering saya yang sehat melupakan belas kasihan yang luar biasa yang diteruskan kepada saya hari demi hari, tahun demi tahun, saya tidak memberikan penghargaan kepada Tuhan atas semua manfaat-Nya. Tetapi ketika penyakit datang, saya baru ingat Tuhan, baru 'baik-baik' sama Tuhan ? Dan saya wajib ingat, saat Tuhan memberikan kesembuhan kpd saya dari penyakit saya berada di bawah kewajiban yang diperbarui kepada Pencipta ? Ketika kesepuluh penderita kusta itu sembuh, hanya satu yang kembali untuk menemukan Yesus dan memuliakan-Nya. Janganlah saya menjadi seperti sembilan orang yang tidak berpikir, yang hatinya tidak tersentuh oleh belas kasihan Tuhan ? Sudahkah saya menjaga stabilitas hukum (kesehatan) Tuhan ? Yak. 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. “Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.” Apakah ada di antara kita yang be...