Kej. 15: 1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar".
Dalam penglihatan malam, suara ilahi terdengar lagi. “Jangan takut, Abram: Akulah perisaimu, upahmu akan sangat besar.”
Tetapi bagaimana perjanjian itu direalisasikan sementara pemberian seorang anak tertahan?
“Apa yang akan Engkau berikan padaku,” katanya, “melihat aku tanpa anak? ... Sesungguhnya, yang lahir di rumahku adalah ahli warisku. "
Dia mengusulkan untuk menjadikan Eliezer pelayannya yang terpercaya sebagai anaknya melalui adopsi.
Tetapi dia diyakinkan bahwa seorang anaknya akan menjadi ahli warisnya.
Kemudian dia diberitahu untuk melihat ke atas ke bintang-bintang tak terhitung yang berkilauan di langit, dan kata-kata diucapkan, “Akan Jadi benihmu.”
“Abraham percaya pada Allah, dan itu dihitung baginya sebagai kebenaran.” Roma 4: 3. {EP 82.4}
In a vision of the night the divine voice was again heard. “Fear not, Abram: I am thy shield, and thy exceeding great reward.” But how was the covenant promise to be realized while the gift of a son was withheld? “What wilt Thou give me,” he said, “seeing I go childless? ... Lo, one born in my house is mine heir.” He proposed to make his trusty servant Eliezer his son by adoption. But he was assured that a child of his own was to be his heir. Then he was told to look up to the unnumbered stars glittering in the heavens, and the words were spoken, “So shall thy seed be.” “Abraham believed God, and it was counted unto him for righteousness.” Romans 4:3. {EP 82.4}
Comments
Post a Comment