Skip to main content

Kamis, 01 April 2021. Merusak Hubungan Itu

Hawa menyerah pada tipu muslihat iblis dalam bentuk ular. 

Dia memakan buah itu, dan tidak menyadari bahaya langsung. 

Dia kemudian memetik buah itu untuk dirinya sendiri dan untuk suaminya. 

Dan ketika wanita itu melihat bahwa pohon itu baik untuk dimakan, dan bahwa itu menyenangkan bagi mata, dan sebatang pohon yang diinginkan untuk membuat orang bijak, dia mengambil dari buahnya, dan memakannya, dan memberikan juga kepadanya suami dengan dia; dan dia makan. " {Con 14.3}

Adam dan Hawa seharusnya sangat puas dengan pengetahuan mereka tentang Tuhan yang berasal dari karya ciptaan-Nya dan diterima oleh instruksi para malaikat suci. 

Tetapi keingintahuan mereka dibangkitkan untuk mengenal apa yang dirancang Tuhan yang seharusnya tidak mereka ketahui. 

Kebahagiaan mereka adalah mengabaikan dosa. 

Keadaan pengetahuan yang tinggi yang mereka pikir akan dicapai dengan memakan buah terlarang, menjerumuskan mereka ke dalam degradasi dosa dan kesalahan. {Con 15.1}

Eve yielded to the lying sophistry of the devil in the form of a serpent. She ate the fruit, and realized no immediate harm. She then plucked the fruit for herself and for her husband. “And when the woman saw that the tree was good for food, and that it was pleasant to the eyes, and a tree to be desired to make one wise, she took of the fruit thereof, and did eat, and gave also unto her husband with her; and he did eat.” {Con 14.3}

Adam and Eve should have been perfectly satisfied with their knowledge of God derived from His created works and received by the instruction of the holy angels. But their curiosity was aroused to become acquainted with that of which God designed they should have no knowledge. It was for their happiness to be ignorant of sin. The high state of knowledge to which they thought to attain by eating of the forbidden fruit, plunged them into the degradation of sin and guilt. {Con 15.1}


Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Sabtu, 31 Oktober 2020. Lebih Banyak lagi Pelajaran dari Guru Agung

Bartimeus yg buta rindu bertemu Yesus Kristus utk disembuhkan dan berhasil bertemu dan disembuhkan, namun banyak orang yang bisa melihat yang tidak mampu bertemu Juruselamat dunia ? apa saya sungguh membutuhkan Yesus Kristus dalam hidup saya atau saya hanya sekadar orang yg bisa melihat tapi 'buta' akan kebutuhan Juruselamat (tahukah saya kenapa saya masih 'buta' sampai hari ini) ? Orang Farisi dan para 'guru2 spiritual' yg handal dlm mengajarkan firman, para ahli2 kitab tidak dapat melihat keindahan di dalam Yesus Kristus, mereka nampaknya melihat tapi 'buta' juga ? Yesus yang mana sesungguhnya yg sdg saya 'pandang' ? Yesus Kristus atau 'Yesus' yang lain (another Jesus) yg menginspirasi 'lifestyle' saya ? Tahukah saya, saat saya 'memandang' maka saya akan diubahkan serupa dengan yg saya 'pandang' ? Sadarkah saya, jika saya 'memandang' Yesus Kristus yang biasa berpakaian sederhana dan hidup sederhana, maka ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}