Masihkah saya sampai hari ini menaruh pengharapan dan percayakan hidup saya & keluarga saya kepada manusia2 cerdas yg nampak handal & berkuasa gantinya kepada Sang Pencipta ?
Saya akan lakukan segalanya bagi manusia2 cerdas yg nampak handal & berkuasa ini agar saya & keluarga saya tetap terpelihara ?
Apakah saya belum melihat 'bahaya dari utara' yg pernah dialami Ahas sedang terjadi bagi saya dan keluarga saya dgn pilihan2 yg sdh sdg saya ambil itu ?
2 Raj. 16:7 Ahas menyuruh utusan-utusan kepada Tiglat-Pileser, raja Asyur, mengatakan: "Aku ini hambamu dan anakmu. Majulah dan selamatkanlah aku dari tangan raja Aram dan dari tangan raja Israel, yang telah bangkit menyerang aku."
Terjemahan bebas SDA Bible Commentary :
Mengirim utusan. Ahaz mengambil langkah ini melawan nasihat nabi Yesaya, yang mendorongnya untuk menaruh kepercayaannya pada Tuhan dan bukan pada manusia (Yes. 7: 7-13; 8:13).
Selamatkan aku. Seruan seperti itu seharusnya ditujukan hanya kepada TUHAN di Surga. Pengarahan petisi kepada Tiglath-pileser adalah refleksi yang menyedihkan atas kurangnya kepercayaan Ahaz kepada Tuhan.
Tuhan telah berulang kali berjanji untuk membebaskan umat-Nya pada saat kesusahan.
Yesaya mendesak raja untuk menaruh kepercayaannya pada Tuhan dan bukan pada manusia, tapi Ahaz menolak untuk mendengarkan nasehat nabi.
Tulisan aslinya :
Sent messengers. Ahaz took this step against the advice of the prophet Isaiah, who encouraged him to place his trust in God and not in man (Isa. 7:7-13; 8:13).
Save me. Such a cry should have been addressed only to the God of heaven. The direction of the petition to Tiglath-pileser was a sad reflection on Ahaz’ lack of faith in God. The Lord had repeatedly promised to deliver His people in time of affliction. Isaiah urged the king to place his confidence in God and not in man, but Ahaz refused to hear the advice of the prophet.

Comments
Post a Comment