Skip to main content

Jumat, 01 Januari 2021. Pendalaman.

Sapi tahu pemiliknya, dan keledai itu tempat tidur tuannya; tetapi Israel tidak tahu, orang-orangKu tidak mempertimbangkan. Ah bangsa yang penuh dosa, bangsa yang sarat dengan kejahatan, benih para pelaku kejahatan, anak-anak yang merusak; mereka telah meninggalkan Tuhan, mereka telah memprovokasi Yang Kudus dari Israel hingga marah, mereka telah mundur. " {ST 2 Oktober 1893, par. 5}

Dosa besar umat Allah zaman dahulu adalah pengabaian mereka terhadap perintah-perintah Tuhan, dan terutama pengabaian mereka terhadap hari di mana Allah telah menguduskan dan memberkati. 

Karena pengabaian mereka terhadap perintah dan tata cara-Nya, Tuhan menyingkirkan pertahanan-Nya dari mereka, dan mengizinkan musuh-musuh mereka menyerang dan membubarkan mereka. 

Apakah Tuhan telah berubah? Apakah perintah sucinya perlu diubah? —Tidak sama sekali. Dia berkata, "PerjanjianKU tidak akan Kulanggar, atau mengubah hal yang telah keluar dari bibirKU" 

Apakah, kemudian, Yang Mulia surga, Gubernur alam semesta, tidak memiliki hukum? —Hanya tipu muslihat Setan yang dapat membujuk manusia untuk memikirkan pemikiran seperti itu. {ST 2 Oktober 1893, par. 6}

Tulisan aslinya :

The ox knoweth his owner, and the ass his master’s crib; but Israel doth not know, my people doth not consider. Ah sinful nation, a people laden with iniquity, a seed of evil doers, children that are corrupters; they have forsaken the Lord, they have provoked the Holy One of Israel unto anger, they are gone away backward.” {ST October 2, 1893, par. 5}

The great sin of God’s ancient people was their disregard of the commandments of the Lord, and especially their disregard of the day that God had sanctified and blessed. Because of their disregard of his commandments and ordinances, the Lord removed his defense from them, and permitted their enemies to afflict them and scatter them. Has the Lord changed? Did his holy commandments need to be amended?—Not at all. He says, “My covenant will I not break, nor alter the thing that has gone out of my lips.” Has, then, the Majesty of heaven, the Governor of the universe, no law?—Only Satan’s sophistry could induce men to entertain such a thought. {ST October 2, 1893, par. 6}

Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Sabtu, 17 Oktober 2020. Penglihatan TUHAN : Pandangan Alkitabiah

Apakah saya masih gemar mengeluarkan kata2 yang murahan, 'remeh-temeh', perkataan2 yg tdk penting ? gemar tertawa keras dan riuh ? Apakah saya sedang menyalakan 'api asing' ? Tahukah saya, sejak saya muda, Kristus ingin orang2 muda menyerahkan diri kepadaNya, dengan semua yang ada ? Sadarkah saya bahaya yang saya hadapi saat tidak terhubung dengan Tuhan ? sudahkah saya jujur kepadaNYA ? Apakah perilaku hidup saya sedang membahayakan jiwa saya dan juga orang2 di sekitar saya ? Apa TUHAN tidak lihat ? Amsal 15:3  Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik. Kristus ingin orang2 muda menyerahkan diri kepadaNya, dengan semua yang mereka miliki.  Waktu kita, karakter kita, pengaruh kita, adalah milik Tuhan, dan harus diberikan untuk melayani Dia.  Setiap jam dalam sehari kita harus menyadari bahwa Tuhan sudah semakin dekat, Dia melihat semua yang kita lakukan, dan mendengar setiap kata yang kita ucapkan.  Mata Tuhan ada di setiap tempat, melihat ...