Skip to main content

Sabtu, 19 Desember 2020. SURGA, PENDIDIKAN, DAN PELAJARAN ABADI

Hadiah di hadapan kita akan membayar kembali setiap upaya yang kita lakukan untuk mendapatkannya. 

“Mata tidak pernah melihat, tidak mendengar telinga, tidak juga memasuki hati manusia, hal-hal yang telah Tuhan persiapkan untuk mereka yang mencintainya.”

 "Seperti umur pohon," kata Tuhan melalui nabi-Nya, akan menjadi "hari-hari umat-Ku, dan orang-orang pilihan-Ku akan lama menikmati pekerjaan tangan mereka." 

Sebagaimana dengan mata iman kita melihat kemuliaan tanah yang lebih baik itu, warisan abadi orang-orang kudus, kita bersukacita, bergantung pada jasa Penebus kita yang disalibkan. 

Kasih membara dalam hati kita kepada-Nya "yang tidak menyayangkan AnakNya sendiri, tetapi menyerahkanNya untuk kita semua," dan iman menggenggam janji, 

"Bagaimana mungkin Ia tidak bersamanya juga dengan bebas memberi kita segala sesuatu?" 

Dengan demikian Yesus menjadi media komunikasi antara Surga dan jiwa kita, dan malaikat suci diutus untuk melayani kita. 

Dan sementara utusan ilahi ini berjuang untuk memimpin orang-orang berdosa untuk menginjakkan kaki mereka di tangga yang terbentang dari bumi ke surga, marilah kita bekerja sama dengan mereka, dan mendorong semua yang ingin mendaki jalan yang bersinar itu. {ST 26 Juni 1884, par. 12}

Tulisan aslinya :

The prize before us will amply repay every effort that we make to gain it. “Eye hath not seen, nor ear heard, neither have entered into the heart of man, the things which God hath prepared for them that love him.” “As the days of a tree,” says the Lord through his prophet, shall be “the days of my people, and mine elect shall long enjoy the work of their hands.” As by an eye of faith we view the glories of that better land, the saints’ everlasting inheritance, we rejoice, clinging to the merits of our crucified Redeemer. Love kindles in our hearts toward Him “who spared not his own Son, but delivered him up for us all,” and faith grasps the promise, “How shall he not with him also freely give us all things?” Thus Jesus becomes the medium of communication between Heaven and our souls, and holy angels are sent to minister unto us. And while these divine messengers are striving to lead sinners to plant their feet on the ladder that extends from earth to Heaven, let us be co-laborer’s with them, and urge all who will to climb the shining way. {ST June 26, 1884, par. 12}


Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Rabu, 19 Mei 2021. Stabilitas Hukum Tuhan

Betapa sering saya yang sehat melupakan belas kasihan yang luar biasa yang diteruskan kepada saya hari demi hari, tahun demi tahun, saya tidak memberikan penghargaan kepada Tuhan atas semua manfaat-Nya. Tetapi ketika penyakit datang, saya baru ingat Tuhan, baru 'baik-baik' sama Tuhan ? Dan saya wajib ingat, saat Tuhan memberikan kesembuhan kpd saya dari penyakit saya berada di bawah kewajiban yang diperbarui kepada Pencipta ? Ketika kesepuluh penderita kusta itu sembuh, hanya satu yang kembali untuk menemukan Yesus dan memuliakan-Nya. Janganlah saya menjadi seperti sembilan orang yang tidak berpikir, yang hatinya tidak tersentuh oleh belas kasihan Tuhan ? Sudahkah saya menjaga stabilitas hukum (kesehatan) Tuhan ? Yak. 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. “Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.” Apakah ada di antara kita yang be...