Skip to main content

Rabu, 09 Desember 2020. Pekerjaan dan Kerohanian

"Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh" (Gal. 5: 25)

“Janganlah kita menginginkan kemuliaan yang sia-sia, saling memprovokasi, saling iri. ” 

Banyak yang menipu jiwa mereka sendiri, karena, meskipun mereka menyetujui kebenaran, mereka gagal untuk disucikan melalui kebenaran. 

Untuk memiliki pengalaman religius yang benar, penting tidak hanya memiliki gagasan yang cerdas tentang apa itu teori kebenaran, tetapi hati dan pikiran harus dilatih, dan kebiasaan itu harus selaras dengan kehendak Tuhan yang diungkapkan. 

Kata, persyaratan Tuhan, harus dipelajari; karena jika kita menenun ke dalam pengalaman kita asas-asas yang salah, kita akan menghargai gagasan-gagasan yang salah tentang apa yang dimaksud dengan seorang Kristen, dan tidak akan didapati menuruti suara Tuhan. 

Kita tidak dapat secara spiritual membedakan karakter Tuhan, atau menerima Yesus Kristus dengan iman, kecuali hidup dan karakter kita ditandai oleh kemurnian, dengan membuang imajinasi, dan dari setiap hal tinggi yang meninggikan dirinya sendiri melawan pengetahuan tentang Tuhan, dan dengan membawa ke tawanan setiap pikiran untuk ketaatan Kristus. {ST 25 Desember 1893, par. 1}

Tulisan aslinya :

“If we live in the Spirit, let us also walk in the Spirit. Let us not be desirous of vain-glory, provoking one another, envying one another.” Many are deceiving their own souls, because, while they assent to the truth, they fail to become sanctified through the truth. To have a right religious experience it is essential not only to have an intelligent idea as to what is the theory of truth, but the heart and mind must be trained, and the habits must be in harmony with the expressed will of God. The word, the requirements of God, must be studied; for if we weave into our experience incorrect principles, we shall cherish false ideas as to what constitutes a Christian, and shall not be found obeying the voice of God. We cannot spiritually discern the character of God, or accept of Jesus Christ by faith, unless our life and character are marked by purity, by the casting down of imaginations, and of every high thing that exalts itself against the knowledge of God, and by bringing into captivity every thought to the obedience of Christ. {ST December 25, 1893, par. 1}

Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Sabtu, 17 Oktober 2020. Penglihatan TUHAN : Pandangan Alkitabiah

Apakah saya masih gemar mengeluarkan kata2 yang murahan, 'remeh-temeh', perkataan2 yg tdk penting ? gemar tertawa keras dan riuh ? Apakah saya sedang menyalakan 'api asing' ? Tahukah saya, sejak saya muda, Kristus ingin orang2 muda menyerahkan diri kepadaNya, dengan semua yang ada ? Sadarkah saya bahaya yang saya hadapi saat tidak terhubung dengan Tuhan ? sudahkah saya jujur kepadaNYA ? Apakah perilaku hidup saya sedang membahayakan jiwa saya dan juga orang2 di sekitar saya ? Apa TUHAN tidak lihat ? Amsal 15:3  Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik. Kristus ingin orang2 muda menyerahkan diri kepadaNya, dengan semua yang mereka miliki.  Waktu kita, karakter kita, pengaruh kita, adalah milik Tuhan, dan harus diberikan untuk melayani Dia.  Setiap jam dalam sehari kita harus menyadari bahwa Tuhan sudah semakin dekat, Dia melihat semua yang kita lakukan, dan mendengar setiap kata yang kita ucapkan.  Mata Tuhan ada di setiap tempat, melihat ...