Yohanes 21: 15-19
18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."
Kemudian Petrus, berbalik, melihat murid yang Yesus kasihi mengikuti .... Petrus melihat dia berkata kepada Yesus, Tuhan, apa yang harus dilakukan orang ini? Kata Yesus kepadanya, Jika aku menghendaki dia tinggal sampai Aku datang, apa itu bagimu? ikut lah aku. " {YI 22 Desember 1898, par. 8}
Petrus sekarang cukup rendah hati untuk memahami kata-kata Kristus, dan tanpa pertanyaan lebih lanjut, murid yang pernah gelisah, sombong, dan percaya diri menjadi pendiam dan menyesal.
Dia memang mengikuti Tuhannya, — Tuhan yang telah dia tolak.
Pikiran bahwa Kristus tidak menyangkal dan menolaknya bagi Petrus adalah terang, penghiburan dan berkat.
Dia merasa bahwa dia bisa disalibkan karena pilihan, tetapi itu harus dengan kepala menunduk.
Dan dia yang begitu dekat mengambil bagian dalam penderitaan Kristus juga akan mengambil bagian dalam kemuliaannya ketika dia akan "duduk di atas takhta kemuliaannya". {YI 22 Desember 1898, par. 9}
Kristus adalah menara kekuatan kita, dan Setan tidak dapat berkuasa atas jiwa yang berjalan dengan Tuhan dalam kerendahan hati.
Janjinya adalah, “Biarkan dia memegang kekuatanKu, agar dia bisa berdamai denganKu.
" Di dalam Kristus ada bantuan yang sempurna dan lengkap untuk setiap jiwa yang tergoda.
Bahaya menyelimuti setiap jalan, tetapi seluruh alam semesta surga berjaga-jaga agar tidak ada yang tergoda di atas apa yang mampu dia tanggung.
Beberapa memiliki karakter yang kuat, yang perlu terus-menerus ditekan. Jika disimpan di bawah kendali Roh Tuhan, sifat-sifat ini akan menjadi berkat; tapi jika tidak, mereka akan menjadi kutukan.
Jika kita bersandar pada kebijaksanaan kita sendiri, kebijaksanaan kita akan terbukti sebagai kebodohan.
Tetapi jika kita mau memberikan diri kita sendiri tanpa pamrih untuk pekerjaan itu, tidak pernah menyimpang sedikit pun dari prinsip, Tuhan akan menaruh di sekitar kita lengan yang kekal, dan akan terbukti sebagai penolong yang hebat.
Jika kita memandang Yesus sebagai Dia yang kita percayai, Dia tidak akan pernah mengecewakan kita dalam keadaan darurat apapun. {YI 22 Desember 1898, par. 10}
Tulisan aslinya :
“Verily, verily,” said Christ, “when thou wast young, thou girdest thyself, and walkedst whither thou wouldest: but when thou shalt be old, thou shalt stretch forth thy hands, and another shall gird thee, and carry thee whither thou wouldest not. This spake he, signifying by what death he should glorify God. And when he had spoken this, he saith unto him, Follow me. Then Peter, turning about, seeth the disciple whom Jesus loved following.... Peter seeing him saith to Jesus, Lord, and what shall this man do? Jesus saith unto him, If I will that he tarry till I come, what is that to thee? follow thou me.” {YI December 22, 1898, par. 8}
Peter was now humble enough to understand the words of Christ, and without further questioning, the once restless, boastful, self-confident disciple became subdued and contrite. He followed his Lord indeed,—the Lord he had denied. The thought that Christ had not denied and rejected him was to Peter a light and comfort and blessing. He felt that he could be crucified from choice, but it must be with his head downward. And he who was so close a partaker of Christ’s sufferings will also be a partaker of his glory when he shall “sit upon the throne of his glory.” {YI December 22, 1898, par. 9}
Christ is our tower of strength, and Satan can have no power over the soul who walks with God in humility of mind. The promise is, “Let him take hold of my strength, that he may make peace with me; and he shall make peace with me.” In Christ there is perfect and complete help for every tempted soul. Dangers beset every path, but the whole universe of heaven is standing on guard that none may be tempted above that which he is able to bear. Some have strong traits of character, that will need to be constantly repressed. If kept under the control of the Spirit of God, these traits will be a blessing; but if not, they will prove a curse. If we lean to our own wisdom, our wisdom will prove to be foolishness. But if we will give ourselves unselfishly to the work, never swerving in the least from principle, the Lord will throw about us the everlasting arms, and will prove a mighty helper. If we will look to Jesus as the One in whom we may trust, he will never fail us in any emergency. {YI December 22, 1898, par. 10}

Comments
Post a Comment