Skip to main content

Jumat, 04 September 2020. Pendalaman

Tahukah saya, pelayanan harus keluar dari hati yang tulus dan berbelas kasihan, bukan hanya sekadar program yang dijalankan ?

Apakah saya masih punya belas kasihan kepada orang2 yang membutuhkan ? (atau saya 'gak mau direpot'in dgn pelayanan macam begini ?)

Apakah belas kasihan yang Yesus Kristus sudah berikan kepada saya mampu saya bagikan belas kasihan itu kepada orang yang membutuhkan pertolongan ? (jangan sampe beku, karena lama 'gak dipakai ?)

Matius 9:37,38 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu"

Kita membaca tentang Kristus, "Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu." [Matius 9: 36-38.] 

Pertimbangkan belas kasihan Kristus, haruskah kita menyebutnya aneh ? Tidak; itu adalah kelembutan hatiNya yang alami. Dia mengerti nilai setiap manusia. Dia bekerja untuk membawa Injil keselamatan kepada manusia yang berdosa, sehingga melalui iman kepada Kristus dia dapat meninggalkan dosa-dosanya, percaya kepada-Nya, dan diselamatkan. {Lt53-1897.12}

Tidakkah engkau melihat bahwa rekan sekerjamu membutuhkan kasih sayang yang lembut? Apakah engkau tidak melihatnya sedang berkecil hati? Apakah engkau tidak bertindak seperti orang Samaria yang baik hati, “Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh" [Ibrani 12:12, 13.] 

Apakah engkau yakin bahwa Tuhan mengarahkanmu untuk membiarkan saudaramu begitu saja? Apakah menurutmu Yesus akan melakukan pekerjaan semacam ini? Hati cintaNya berduka, karena kasih sayang tidak menuntunmu memahami situasinya. {Lt53-1897.13}

Belas kasih bukanlah hal yang aneh yg dilakukan oleh Kristus, karena halitu memiliki tempat tinggal yang kekal di dalam hati-Nya, dan diungkapkan dalam praktik kehidupan-Nya. Kasih sayang dan kasih tak terukur yang Dia inginkan untuk engkau miliki, saudara-saudara, dan jika engkau menghargai sifat surgawi ini, engkau pasti akan mengungkapkan hal yang sama. Satu pandangan tentang kebutuhan umat manusia membangkitkan dan memenuhi jiwa Kristus. Pemandangan kelemahan tubuh, rasa lapar dan haus, kelelahan, dan kelemahan yang membuat manusia jatuh, mengobarkan rasa iba. 

Saudaramu membutuhkan kasih sayang ini; tetapi perkataan yang diucapkan oleh manusia telah mempengaruhi tindakanmu lebih dari kata-kata yang diucapkan oleh Kristus, yang memberi tahumu melalui ajaran dan teladan apa yang harus engkau lakukan dalam segala keadaan. {Lt53-1897.14}

Jangan biarkan belas kasih dalam hatimu jadi beku. 

Biarkan cahaya kasih yang mengalir dari Matahari Kebenaran mencairkan sifat keras, parah, tidak simpatik, yang telah dipupuk terlalu banyak. 

Kasus semacam itu harus dipahami dan diperlakukan dengan lembut dan sopan. {Lt53-1897.15}

Tulisan aslinya :

We read of Christ, “When he saw the multitude, he was moved with compassion on them, because they fainted, and were scattered abroad, as sheep having no shepherd. Then said he unto his disciples, The harvest truly is plenteous, but the laborers are few; pray ye therefore the Lord of the harvest, that he will send forth laborers into his harvest.” [Matthew 9:36-38.] Consider Christ’s strange compassion—shall we call it? No; it was His natural tenderness of heart. He understood the value of men. He was working to bring the gospel of salvation to sinful man, that through faith in Christ he might forsake his sins, believe in Him, and be saved. {Lt53-1897.12}

Did you not see that your fellow laborer was in need of tender, pitying love? Did you not see him discouraged? Should you not have acted the part of the good Samaritan, “Wherefore lift up the hands which hang down, and the feeble knees; and make straight paths for your feet, lest that which is lame be turned out of the way; but let it rather be healed.” [Hebrews 12:12, 13.] Are you confident that the Lord directed you to give your brother a severe letting alone? Did you think Jesus would have done this kind of work? His heart of love is grieved, because compassion did not lead you to understand the situation. {Lt53-1897.13}

Compassion was not a strange element for Christ to exercise, for it has its eternal abode in His heart, and was revealed in His life-practice. This compassion and measureless love He wants you to have, my brethren, and if you cherish this heavenly attribute, you will certainly express the same. One sight of the need of humanity aroused and filled Christ’s soul. The sight of bodily weakness, of hunger and thirst, of exhaustion, and weakness that made men fall on the hill side, kindled his compassion. Your brother needed this compassion; but the words spoken by men have influenced your actions more than the words spoken by Christ, who tells you by precept and example just what you should do under all circumstances. {Lt53-1897.14}

Do not let your heart’s compassion freeze. Let the light of love streaming from the Sun of Righteousness melt the austere, severe, unsympathizing nature, which has been cultivated altogether too much. Such cases must be understood, and treated tenderly and courteously. {Lt53-1897.15}


Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Sabtu, 17 Oktober 2020. Penglihatan TUHAN : Pandangan Alkitabiah

Apakah saya masih gemar mengeluarkan kata2 yang murahan, 'remeh-temeh', perkataan2 yg tdk penting ? gemar tertawa keras dan riuh ? Apakah saya sedang menyalakan 'api asing' ? Tahukah saya, sejak saya muda, Kristus ingin orang2 muda menyerahkan diri kepadaNya, dengan semua yang ada ? Sadarkah saya bahaya yang saya hadapi saat tidak terhubung dengan Tuhan ? sudahkah saya jujur kepadaNYA ? Apakah perilaku hidup saya sedang membahayakan jiwa saya dan juga orang2 di sekitar saya ? Apa TUHAN tidak lihat ? Amsal 15:3  Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik. Kristus ingin orang2 muda menyerahkan diri kepadaNya, dengan semua yang mereka miliki.  Waktu kita, karakter kita, pengaruh kita, adalah milik Tuhan, dan harus diberikan untuk melayani Dia.  Setiap jam dalam sehari kita harus menyadari bahwa Tuhan sudah semakin dekat, Dia melihat semua yang kita lakukan, dan mendengar setiap kata yang kita ucapkan.  Mata Tuhan ada di setiap tempat, melihat ...