Skip to main content

Rabu, 08 Desember 2021


“Apakah yang dituntut Tuhan dari padamu, selain berlaku adil, mencintai belas kasihan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?” [Mikha 6:8.] Roh ini akan berbeda dengan dunia dalam segala hal. 

Tetapi jangan berusaha membuat salib untuk umat Allah; jangan mengatur dirimu untuk mengadopsi cara-cara aneh, perilaku kasar, dan eksentrik, karena engkau ingin menunjukkan pemisahanmu dari dunia. 

Kata Kristus, “Anak-anak dunia ini pada generasinya lebih bijaksana dari pada anak-anak terang.” [Lukas 16:8.] Mereka berusaha menjadi menarik dalam perilaku mereka, untuk memiliki pengaruh. 

Tidak ada dosa dalam mengembangkan cara-cara yang sopan dan ramah. Ini adalah kebiasaan surga. Tetapi ketika engkau mengorbankan prinsip, kejujuran, untuk mengenakan kesopanan duniawi, engkau menjadi serupa dengan dunia alih-alih diubah oleh kasih karunia Kristus. 

Kristus akan memiliki setiap pengikut-Nya seperti Diri-Nya sendiri—murni, suci, baik hati, sopan, halus, dan dimuliakan; dan inilah satu-satunya cara agar kita dapat hidup tanpa cela, tanpa noda dan tak bercacat dalam generasi yang bengkok dan sesat ini, di antara mereka kita harus bersinar seperti terang di dunia. {Ms37-1885,9}

“What doth the Lord require of thee, but to do justly, and to love mercy, and to walk humbly with thy God?” [Micah 6:8.] This spirit will be unlike the world in every respect. But do not seek to make crosses for the people of God; do not set yourselves up to adopt odd ways, coarse manners, and eccentricities, because you want to show your separation from the world. Said Christ, “The children of this world are in their generation wiser than the children of light.” [Luke 16:8.] They seek to be attractive in their manners, so as to have an influence. There is no sin in cultivating courteous, kindly ways. This is the custom of heaven. But when you sacrifice principle, truthfulness, to put on a worldly politeness, you are conforming to the world instead of being transformed by the grace of Christ. Christ would have every one of His followers like Himself—pure, holy, kind, courteous, refined, and ennobled; and this is the only way we can live unrebukable, without spot and blameless in this crooked and perverse generation, among whom we are to shine as lights in the world. {Ms37-1885.9}


Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Rabu, 19 Mei 2021. Stabilitas Hukum Tuhan

Betapa sering saya yang sehat melupakan belas kasihan yang luar biasa yang diteruskan kepada saya hari demi hari, tahun demi tahun, saya tidak memberikan penghargaan kepada Tuhan atas semua manfaat-Nya. Tetapi ketika penyakit datang, saya baru ingat Tuhan, baru 'baik-baik' sama Tuhan ? Dan saya wajib ingat, saat Tuhan memberikan kesembuhan kpd saya dari penyakit saya berada di bawah kewajiban yang diperbarui kepada Pencipta ? Ketika kesepuluh penderita kusta itu sembuh, hanya satu yang kembali untuk menemukan Yesus dan memuliakan-Nya. Janganlah saya menjadi seperti sembilan orang yang tidak berpikir, yang hatinya tidak tersentuh oleh belas kasihan Tuhan ? Sudahkah saya menjaga stabilitas hukum (kesehatan) Tuhan ? Yak. 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. “Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.” Apakah ada di antara kita yang be...