Skip to main content

Selasa, 09 November 2021

 

Image https://steemitdotcom/steemchurch/@simms50/yhwhs-will-for-you-deuteronomy-1012-13-1541168589

Dalam mendorong nilai kesalehan praktis, sang nabi hanya mengulangi nasihat yang diberikan Israel berabad-abad sebelumnya. Melalui Musa, ketika mereka hendak memasuki Tanah Perjanjian, 

firman Tuhan berbunyi: “Dan sekarang, Israel, apakah yang dituntut Tuhan, Allahmu, dari padamu, selain takut akan Tuhan, Allahmu, untuk hidup dalam segala jalan, dan untuk mengasihi Dia, dan untuk beribadah kepada Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, 

untuk menuruti perintah-perintah Tuhan, dan ketetapan-ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk kebaikanmu?” Ulangan 10:12, 13. 

Dari zaman ke zaman nasihat ini diulangi oleh hamba-hamba Yehuwa kepada mereka yang berada dalam bahaya jatuh ke dalam kebiasaan formalisme dan lupa menunjukkan belas kasihan. 

Ketika Kristus sendiri, selama pelayanan-Nya di dunia, didekati oleh seorang ahli hukum dengan pertanyaan, “Guru, perintah besar manakah dalam hukum Taurat?” Yesus berkata kepadanya, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. 

Ini adalah perintah pertama dan utama. Dan yang kedua seperti itu, Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada dua perintah ini tergantung semua hukum dan kitab para nabi.” Matius 22:36-40. {PK 326.2}

In urging the value of practical godliness, the prophet was only repeating the counsel given Israel centuries before. Through Moses, as they were about to enter the Promised Land, the word of the Lord had been: “And now, Israel, what doth the Lord thy God require of thee, but to fear the Lord thy God, to walk in all His ways, and to love Him, and to serve the Lord thy God with all thy heart and with all thy soul, to keep the commandments of the Lord, and His statutes, which I command thee this day for thy good?” Deuteronomy 10:12, 13. From age to age these counsels were repeated by the servants of Jehovah to those who were in danger of falling into habits of formalism and of forgetting to show mercy. When Christ Himself, during His earthly ministry, was approached by a lawyer with the question, “Master, which is the great commandment in the law?” Jesus said to him, “Thou shalt love the Lord thy God with all thy heart, and with all thy soul, and with all thy mind. This is the first and great commandment. And the second is like unto it, Thou shalt love thy neighbor as thyself. On these two commandments hang all the law and the prophets.” Matthew 22:36-40. {PK 326.2}


Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Sabtu, 31 Oktober 2020. Lebih Banyak lagi Pelajaran dari Guru Agung

Bartimeus yg buta rindu bertemu Yesus Kristus utk disembuhkan dan berhasil bertemu dan disembuhkan, namun banyak orang yang bisa melihat yang tidak mampu bertemu Juruselamat dunia ? apa saya sungguh membutuhkan Yesus Kristus dalam hidup saya atau saya hanya sekadar orang yg bisa melihat tapi 'buta' akan kebutuhan Juruselamat (tahukah saya kenapa saya masih 'buta' sampai hari ini) ? Orang Farisi dan para 'guru2 spiritual' yg handal dlm mengajarkan firman, para ahli2 kitab tidak dapat melihat keindahan di dalam Yesus Kristus, mereka nampaknya melihat tapi 'buta' juga ? Yesus yang mana sesungguhnya yg sdg saya 'pandang' ? Yesus Kristus atau 'Yesus' yang lain (another Jesus) yg menginspirasi 'lifestyle' saya ? Tahukah saya, saat saya 'memandang' maka saya akan diubahkan serupa dengan yg saya 'pandang' ? Sadarkah saya, jika saya 'memandang' Yesus Kristus yang biasa berpakaian sederhana dan hidup sederhana, maka ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}