Skip to main content

Selasa, 05 Oktober 2021


Mereka tidak boleh orang yang bekerja licik, dengan cara licik, tetapi seorang yang akan bekerja dengan setia dan tidak mementingkan diri sendiri untuk kepentingan orang lain. 

Mereka harus menjadi “orang-orang yang jujur, penuh dengan Roh Kudus, dan hikmat.” [Ayat 3.] {Lt9-1899.4}

Firman Tuhan menunjukkan dengan jelas bahwa ada pekerjaan khusus yang harus dilakukan bagi umat Tuhan. Pekerjaan ini membutuhkan orang yang dapat menggunakan bakatnya dengan bijaksana. 

Mereka harus menjadi orang-orang yang akan melakukan pekerjaan Allah dengan sungguh-sungguh, orang-orang yang bebas dari segala keegoisan, segala ketamakan. {Lt9-1899.6}

Ini disajikan dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Musa berbicara kepada anak-anak Israel, dengan mengatakan, “Aku sendiri tidak sanggup menanggung kamu: Tuhan, Allahmu, telah melipatgandakan kamu, 

dan lihatlah, kamu pada hari ini seperti bintang-bintang di langit demikian banyaknya. (Tuhan Allah nenek moyangmu menjadikanmu seribu kali lipat lebih banyak, dan memberkatimu seperti yang telah Dia janjikan kepadamu!) 

Bagaimana aku sendiri dapat menanggung bebanmu, ... dan perselisihanmu? Ambillah kamu orang-orang bijak, dan pengertian, dan dikenal di antara suku-sukumu, dan aku akan menjadikan mereka penguasa atasmu. Dan kamu menjawab aku dan berkata, Hal yang telah kamu katakan, baik untuk kamu lakukan. {Lt9-1899.7}

They must not be men who would work in a scheming, underhand manner, but men who would work faithfully and unselfishly for others. They must be “men of honest report, full of the Holy Ghost, and wisdom.” [Verse 3.] {Lt9-1899.4}

The Word of God shows plainly that there is a special work to be done for the people of God. This work requires men who can use their talents with wisdom. They are to be men who will do the work of God conscientiously, men who are free from all selfishness, all covetousness. {Lt9-1899.6}

This is presented in the Old Testament Scriptures. Moses spoke to the children of Israel, saying, “I am not able to bear you myself alone: the Lord your God hath multiplied you, and behold, ye are this day as the stars of heaven for multitude. (The Lord God of your fathers make you a thousand times so many more as ye are, and bless you as he hath promised you!) How can I myself alone bear your cumbrance, ... and your strife? Take you wise men, and understanding, and known among your tribes, and I will make them rulers over you. And ye answered me, and said, The thing which thou hast spoken, is good for you to do. {Lt9-1899.7}




Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Rabu, 19 Mei 2021. Stabilitas Hukum Tuhan

Betapa sering saya yang sehat melupakan belas kasihan yang luar biasa yang diteruskan kepada saya hari demi hari, tahun demi tahun, saya tidak memberikan penghargaan kepada Tuhan atas semua manfaat-Nya. Tetapi ketika penyakit datang, saya baru ingat Tuhan, baru 'baik-baik' sama Tuhan ? Dan saya wajib ingat, saat Tuhan memberikan kesembuhan kpd saya dari penyakit saya berada di bawah kewajiban yang diperbarui kepada Pencipta ? Ketika kesepuluh penderita kusta itu sembuh, hanya satu yang kembali untuk menemukan Yesus dan memuliakan-Nya. Janganlah saya menjadi seperti sembilan orang yang tidak berpikir, yang hatinya tidak tersentuh oleh belas kasihan Tuhan ? Sudahkah saya menjaga stabilitas hukum (kesehatan) Tuhan ? Yak. 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. “Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.” Apakah ada di antara kita yang be...