Skip to main content

Minggu, 03 Oktober 2021.


Image http://bibliadotcom/verseoftheday/image/Ex32dot33

Hal apa yang dilakukan Musa, yang menggambarkan hal yang sedang dilakukan Yesus Kristus, Anak Allah, sekarang di bilik yang maha kudus di surga ?

Masihkah saya gemar menyakiti Yesus Kristus terus-menerus dengan cara masih candu nikmati semu nya dosa, karena saat saya buat dosa lagi, saya sesungguhnya sedang 'menyalibkan' Yesus Kristus lagi ?

“Barangsiapa berdosa terhadap Aku,” kata Tuhan, “dia akan Kuhapuskan dari kitab-Ku.” Apa saya masih anggap enteng pernyataan Tuhan ttg dosa dengan cara masih candu nikmat semu nya dosa,.. walaupun saya mengaku seorang pemelihara sabat yg disiplin, tegas & ketat, pembawa persembahan & perpuluhan yg 'sharp & super on time', 'pelayan' dan penda'wah yg tak kenal lelah, 'endorser' cinta kasih yg lantang, pejuang hak azasi manusia yg teguh, penjunjung tinggi nilai2 toleransi serta tak ketinggalan penderma yg tersohor ?

Dalam doa Musa, pikiran kita diarahkan ke catatan surgawi di mana nama semua orang tertulis, dan perbuatan mereka, baik atau jahat, dicatat. 

Kitab kehidupan berisi nama-nama semua orang yang telah memasuki pelayanan Tuhan. 

Jika salah satu dari mereka karena keras kepala dalam dosa akhirnya menjadi keras melawan roh kudusNya, nama mereka dalam penghakiman akan dihapus dari kitab kehidupan. {EP 226.6}

Jika orang Israel ditolak Tuhan, Musa ingin namanya dihapuskan dengan nama mereka; dia tidak tahan melihat penghakiman Allah menimpa mereka yang telah dilepaskan melalui kemurahan. 

Pengantaraan Musa atas Israel menggambarkan mediasi Kristus bagi manusia berdosa. 

Tetapi Tuhan tidak mengizinkan Musa untuk menanggungnya, seperti yang dilakukan Kristus, thd kesalahan si pelanggar. “Barangsiapa berdosa terhadap Aku,” kataNya, “dia akan Kuhapuskan dari kitab-Ku.” {EP 227.1}

In the prayer of Moses, our minds are directed to the heavenly records in which the names of all men are inscribed, and their deeds, good or evil, are registered. The book of life contains the names of all who have entered the service of God. If any of these by stubborn persistence in sin become finally hardened against His Holy Spirit, their names will in the judgment be blotted from the book of life. {EP 226.6}

If the people of Israel were to be rejected by the Lord, Moses desired his name to be blotted out with theirs; he could not endure to see the judgments of God fall upon those who had been graciously delivered. The intercession of Moses in behalf of Israel illustrates the mediation of Christ for sinful men. But the Lord did not permit Moses to bear, as did Christ, the guilt of the transgressor. “Whosoever hath sinned against Me,” He said, “him will I blot out of My book.” {EP 227.1}


Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Rabu, 19 Mei 2021. Stabilitas Hukum Tuhan

Betapa sering saya yang sehat melupakan belas kasihan yang luar biasa yang diteruskan kepada saya hari demi hari, tahun demi tahun, saya tidak memberikan penghargaan kepada Tuhan atas semua manfaat-Nya. Tetapi ketika penyakit datang, saya baru ingat Tuhan, baru 'baik-baik' sama Tuhan ? Dan saya wajib ingat, saat Tuhan memberikan kesembuhan kpd saya dari penyakit saya berada di bawah kewajiban yang diperbarui kepada Pencipta ? Ketika kesepuluh penderita kusta itu sembuh, hanya satu yang kembali untuk menemukan Yesus dan memuliakan-Nya. Janganlah saya menjadi seperti sembilan orang yang tidak berpikir, yang hatinya tidak tersentuh oleh belas kasihan Tuhan ? Sudahkah saya menjaga stabilitas hukum (kesehatan) Tuhan ? Yak. 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. “Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.” Apakah ada di antara kita yang be...