Skip to main content

Senin, 27 September 2021.


Youtube Thumbnail Image wwwdotmaicardotcom

Apakah Allah kembali 'menyesal' melihat 'sepakterjang' saya yang didapatiNya 11 12 dengan kelakukan orang2 di zaman Nuh ...walaupun saya mengaku seorang pemelihara sabat yg disiplin, tegas & ketat, pembawa persembahan & perpuluhan yg 'sharp & super on time', 'pelayan' dan penda'wah yg tak kenal lelah, 'endorser' cinta kasih yg lantang, pejuang hak azasi manusia yg teguh, penjunjung tinggi nilai2 toleransi serta tak ketinggalan penderma yg tersohor ?

Penghuni dunia saat ini menggambarkan penghuni bumi pada saat Air Bah. Kejahatan orang-orang zaman dahulu dengan jelas dinyatakan, "Dan Allah melihat, bahwa kejahatan manusia besar di bumi, dan bahwa setiap imajinasi pikiran hatinya hanya kejahatan terus-menerus." 

Allah menjadi lelah dengan orang-orang ini yang pikirannya hanya kesenangan dan pemanjaan dosa. Mereka tidak mencari nasihat Allah yang telah menciptakan mereka, atau peduli untuk melakukan kehendak-Nya. 

Teguran Allah menimpa mereka  karena mereka mengikuti imajinasi hati mereka sendiri; dan terjadi kekerasan di negeri itu. “Dan menyesallah Allah bahwa Dia telah menjadikan manusia di bumi....” {FH 351.2}

Dalam ajaran-ajaranNya Kristus mengacu pada hal ini. “Tetapi sama seperti zaman Nuh,” Dia berkata, “demikian juga pada saat kedatangan Anak Manusia.” ... {FH 351.3}

The inhabitants of the world at this time are represented by the dwellers upon the earth at the time of the Flood. The wickedness of the antediluvians is plainly stated, “And God saw that the wickedness of man was great in the earth, and that every imagination of the thoughts of his heart was only evil continually.” God became weary of this people whose thoughts were only of sinful pleasure and indulgence. They sought not the counsel of God who had created them, nor cared to do His will. The rebuke of God was upon them because they followed the imagination of their own hearts; and there was violence in the land. “And it repented the Lord that he had made man on the earth....” {FH 351.2}

In His teachings Christ referred to this. “But as the days of Noe were,” He said, “so shall also the coming of the Son of man be.” ... {FH 351.3}


Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Rabu, 19 Mei 2021. Stabilitas Hukum Tuhan

Betapa sering saya yang sehat melupakan belas kasihan yang luar biasa yang diteruskan kepada saya hari demi hari, tahun demi tahun, saya tidak memberikan penghargaan kepada Tuhan atas semua manfaat-Nya. Tetapi ketika penyakit datang, saya baru ingat Tuhan, baru 'baik-baik' sama Tuhan ? Dan saya wajib ingat, saat Tuhan memberikan kesembuhan kpd saya dari penyakit saya berada di bawah kewajiban yang diperbarui kepada Pencipta ? Ketika kesepuluh penderita kusta itu sembuh, hanya satu yang kembali untuk menemukan Yesus dan memuliakan-Nya. Janganlah saya menjadi seperti sembilan orang yang tidak berpikir, yang hatinya tidak tersentuh oleh belas kasihan Tuhan ? Sudahkah saya menjaga stabilitas hukum (kesehatan) Tuhan ? Yak. 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. “Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.” Apakah ada di antara kita yang be...