Skip to main content

Selasa, 25 Mei 2021. Tanda Perjanjian.

Kel. 31: 16  Maka haruslah orang Israel memelihara hari Sabat, dengan merayakan sabat, turun-temurun, menjadi perjanjian kekal.

17  Antara Aku dan orang Israel maka inilah suatu peringatan untuk selama-lamanya, sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, dan pada hari yang ketujuh Ia berhenti bekerja untuk beristirahat."

Ketika Tuhan membebaskan umat-Nya Israel dari Mesir dan berkomitmen kepada mereka hukum-Nya, Dia mengajar mereka bahwa dengan menjalankan hari Sabat mereka harus dibedakan dari penyembah berhala. Inilah yang membedakan antara mereka yang mengakui kedaulatan Tuhan dan mereka yang menolak untuk menerima Dia sebagai Pencipta dan Raja mereka. “Itu adalah tanda antara Aku dan anak-anak Israel selama-lamanya,” kata Tuhan. Karenanya anak-anak Israel akan memelihara Sabat, untuk menjalankan Sabat sepanjang generasi mereka, untuk perjanjian abadi. ” Keluaran 31:17, 16. {CCh 261.2}

Karena Sabat adalah tanda yang membedakan Israel ketika mereka keluar dari Mesir untuk memasuki Kanaan duniawi, maka itu adalah tanda yang membedakan umat Tuhan saat mereka keluar dari dunia untuk memasuki peristirahatan surgawi. Sabat adalah tanda hubungan yang ada antara Tuhan dan umat-Nya, tanda bahwa mereka menghormati hukum-Nya. Itu membedakan antara rakyat setia-Nya dan para pelanggar. {CCh 261,3}

When the Lord delivered His people Israel from Egypt and committed to them His law, He taught them that by the observance of the Sabbath they were to be distinguished from idolaters. It was this that made the distinction between those who acknowledge the sovereignty of God and those who refuse to accept Him as their Creator and King. “It is a sign between Me and the children of Israel forever,” the Lord said. “Wherefore the children of Israel shall keep the Sabbath, to observe the Sabbath throughout their generations, for a perpetual covenant.” Exodus 31:17, 16{CCh 261.2}
As the Sabbath was the sign that distinguished Israel when they came out of Egypt to enter the earthly Canaan, so it is the sign that now distinguishes God’s people as they come out from the world to enter the heavenly rest. The Sabbath is a sign of the relationship existing between God and His people, a sign that they honor His law. It distinguishes between His loyal subjects and transgressors. {CCh 261.3}

Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Rabu, 19 Mei 2021. Stabilitas Hukum Tuhan

Betapa sering saya yang sehat melupakan belas kasihan yang luar biasa yang diteruskan kepada saya hari demi hari, tahun demi tahun, saya tidak memberikan penghargaan kepada Tuhan atas semua manfaat-Nya. Tetapi ketika penyakit datang, saya baru ingat Tuhan, baru 'baik-baik' sama Tuhan ? Dan saya wajib ingat, saat Tuhan memberikan kesembuhan kpd saya dari penyakit saya berada di bawah kewajiban yang diperbarui kepada Pencipta ? Ketika kesepuluh penderita kusta itu sembuh, hanya satu yang kembali untuk menemukan Yesus dan memuliakan-Nya. Janganlah saya menjadi seperti sembilan orang yang tidak berpikir, yang hatinya tidak tersentuh oleh belas kasihan Tuhan ? Sudahkah saya menjaga stabilitas hukum (kesehatan) Tuhan ? Yak. 1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. “Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan.” Apakah ada di antara kita yang be...