Skip to main content

Kamis, 11 Maret 2021. Waktu untuk Kita.

Yes. 58:14  maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.

“Jika engkau memalingkan kakimu dari hari Sabat [dari menginjak-injaknya, menjadikannya sia-sia], dari melakukan kesenanganmu pada hari suci-Ku; dan menyebut hari Sabat hari kesenangan, hari kudus Tuhan, terhormat; dan harus menghormati-Nya, tidak melakukan jalanmu sendiri, atau menemukan kesenanganmu sendiri, atau mengucapkan kata-katamu sendiri: maka engkau akan bersukacita dirimu di dalam Tuhan; dan Aku akan membuatmu naik ke tempat-tempat tinggi di bumi, dan memberimu makan dengan pusaka Yakub ayahmu: karena mulut Tuhan telah memfirmankannya. " {2T 701,3}

Ketika hari Sabat dimulai, kita harus menjaga diri kita sendiri, atas tindakan dan perkataan kita, jangan sampai kita merampok Tuhan dengan menggunakan waktu kita sendiri yang secara ketat milik Tuhan. 

Kita seharusnya tidak melakukan kehendak kita sendiri, atau membiarkan anak-anak kita melakukan, segala cara pekerjaan kita sendiri untuk mata pencaharian, atau apapun yang dapat dilakukan dalam enam hari kerja. 

Jumat adalah hari persiapan. 

Waktu kemudian dapat digunakan untuk membuat persiapan yang diperlukan untuk hari Sabat dan untuk memikirkan dan membicarakannya. 

Tidak ada yang di pandangan Sorga akan dianggap sebagai pelanggaran terhadap Sabat suci yang harus dibiarkan tak terucapkan atau dibatalkan, untuk dikatakan atau dilakukan pada hari Sabat. 

Tuhan tidak hanya menuntut agar kita menahan diri dari pekerjaan fisik pada hari Sabat, tetapi pikiran didisiplinkan untuk memikirkan tema-tema sakral. 

Perintah keempat sebenarnya dilanggar dengan membicarakan hal-hal duniawi atau dengan terlibat dalam percakapan yang ringan dan remeh. Berbicara tentang apa saja atau segala sesuatu yang mungkin muncul di pikiran berarti mengucapkan kata-kata kita sendiri. Setiap penyimpangan dari yg benar membawa kita ke dalam perbudakan dan kutukan. {2T 702.1}

“If thou turn away thy foot from the Sabbath [from trampling upon it, setting it at nought], from doing thy pleasure on My holy day; and call the Sabbath a delight, the holy of the Lord, honorable; and shalt honor Him, not doing thine own ways, nor finding thine own pleasure, nor speaking thine own words: then shalt thou delight thyself in the Lord; and I will cause thee to ride upon the high places of the earth, and feed thee with the heritage of Jacob thy father: for the mouth of the Lord hath spoken it.” {2T 701.3}
When the Sabbath commences, we should place a guard upon ourselves, upon our acts and our words, lest we rob God by appropriating to our own use that time which is strictly the Lord’s. We should not do ourselves, nor suffer our children to do, any manner of our own work for a livelihood, or anything which could have been done on the six working days. Friday is the day of preparation. Time can then be devoted to making the necessary preparation for the Sabbath and to thinking and conversing about it. Nothing which will in the sight of Heaven be regarded as a violation of the holy Sabbath should be left unsaid or undone, to be said or done upon the Sabbath. God requires not only that we refrain from physical labor upon the Sabbath, but that the mind be disciplined to dwell upon sacred themes. The fourth commandment is virtually transgressed by conversing upon worldly things or by engaging in light and trifling conversation. Talking upon anything or everything which may come into the mind is speaking our own words. Every deviation from right brings us into bondage and condemnation. {2T 702.1}

Comments

Popular posts from this blog

Sabtu, 31 Oktober 2020. Lebih Banyak lagi Pelajaran dari Guru Agung

Bartimeus yg buta rindu bertemu Yesus Kristus utk disembuhkan dan berhasil bertemu dan disembuhkan, namun banyak orang yang bisa melihat yang tidak mampu bertemu Juruselamat dunia ? apa saya sungguh membutuhkan Yesus Kristus dalam hidup saya atau saya hanya sekadar orang yg bisa melihat tapi 'buta' akan kebutuhan Juruselamat (tahukah saya kenapa saya masih 'buta' sampai hari ini) ? Orang Farisi dan para 'guru2 spiritual' yg handal dlm mengajarkan firman, para ahli2 kitab tidak dapat melihat keindahan di dalam Yesus Kristus, mereka nampaknya melihat tapi 'buta' juga ? Yesus yang mana sesungguhnya yg sdg saya 'pandang' ? Yesus Kristus atau 'Yesus' yang lain (another Jesus) yg menginspirasi 'lifestyle' saya ? Tahukah saya, saat saya 'memandang' maka saya akan diubahkan serupa dengan yg saya 'pandang' ? Sadarkah saya, jika saya 'memandang' Yesus Kristus yang biasa berpakaian sederhana dan hidup sederhana, maka ...

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}