Skip to main content

Kamis, 07 Januari 2021. Imbauan yang Mengerikan

Yes. 6:9 Kemudian firman-Nya: "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan!

Yesaya menubuatkan tentang kegelapan moral yang akan menyelimuti mereka yang ditinggikan dalam harga diri mereka sendiri; dia berkata: “Pergilah, dan beri tahu orang-orang ini, Dengarlah kamu sungguh, tetapi jangan mengerti; dan melihat kamu memang, tapi tidak melihat. 

Buat hati orang-orang ini gemuk, dan buat telinga mereka berat, dan tutup mata; jangan sampai mereka melihat dengan mata mereka, dan mendengar dengan telinga mereka, dan memahami dengan hati mereka, dan bertobat, dan disembuhkan. " 

Para pemimpin Yahudi telah merusak hati mereka dengan imajinasi yang sia-sia, dengan pengetahuan duniawi, sensual, dan satanik; dan meskipun mereka mengaku percaya pada pengorbanan khas yang menggambarkan Anak Domba Allah selama berabad-abad sejak kejatuhan manusia, 

mereka menempatkan diri mereka sendiri dalam pertentangan dengan Kristus, dan menolak Terang dunia. 

Sebagai selubung kematian mereka menutupi jiwa mereka dengan kesalahan; dan meskipun Kristus menyajikan kepada mereka makna batin dari keuntungan Yahudi, agar mereka dapat melihat bahwa Dia adalah Antitype yang Agung, mereka menutup mata mereka, yang mungkin tidak mereka rasakan, dan mengeraskan hati mereka, yang mungkin tidak mereka pahami. {ST 7 November 1892, par. 4}

Tulisan aslinya :

Isaiah prophesied of the moral darkness that would enshroud those who were lifted up in their own esteem; he said: “Go, and tell this people, Hear ye indeed, but understand not; and see ye indeed, but perceive not. Make the heart of this people fat, and make their ears heavy, and shut their eyes; lest they see with their eyes, and hear with their ears, and understand with their heart, and convert, and be healed.” The Jewish leaders had corrupted their hearts with vain imaginations, with earthly, sensual, and devilish knowledge; and although they professed to believe in the typical sacrifice that had prefigured the Lamb of God through all the centuries since the fall of man, they set themselves in opposition to Christ, and rejected the Light of the world. As a pall of death they covered their souls with error; and though Christ presented to them the inner meaning of the Jewish economy, that they might discern that he was the great Antitype, they closed their eyes, that they might not perceive, and hardened their hearts, that they might not understand. {ST November 7, 1892, par. 4}


Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Sabtu, 17 Oktober 2020. Penglihatan TUHAN : Pandangan Alkitabiah

Apakah saya masih gemar mengeluarkan kata2 yang murahan, 'remeh-temeh', perkataan2 yg tdk penting ? gemar tertawa keras dan riuh ? Apakah saya sedang menyalakan 'api asing' ? Tahukah saya, sejak saya muda, Kristus ingin orang2 muda menyerahkan diri kepadaNya, dengan semua yang ada ? Sadarkah saya bahaya yang saya hadapi saat tidak terhubung dengan Tuhan ? sudahkah saya jujur kepadaNYA ? Apakah perilaku hidup saya sedang membahayakan jiwa saya dan juga orang2 di sekitar saya ? Apa TUHAN tidak lihat ? Amsal 15:3  Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik. Kristus ingin orang2 muda menyerahkan diri kepadaNya, dengan semua yang mereka miliki.  Waktu kita, karakter kita, pengaruh kita, adalah milik Tuhan, dan harus diberikan untuk melayani Dia.  Setiap jam dalam sehari kita harus menyadari bahwa Tuhan sudah semakin dekat, Dia melihat semua yang kita lakukan, dan mendengar setiap kata yang kita ucapkan.  Mata Tuhan ada di setiap tempat, melihat ...