Skip to main content

Kamis, 10 Desember 2020. Pekerjaan dan Penatalayanan

1 Korintus 10: 31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Paulus mendorong saudara-saudaranya untuk bertanya pada diri sendiri apa pengaruh perkataan dan perbuatan mereka terhadap orang lain dan tidak melakukan apa pun, betapapun lugu itu sendiri, yang tampaknya mendukung penyembahan berhala atau menyinggung perasaan orang-orang yang mungkin lemah imannya. 

Karena itu, baik kamu makan, atau minum, atau apapun yang kamu lakukan, lakukan semuanya untuk kemuliaan Allah. Jangan melakukan pelanggaran, baik kepada orang Yahudi, atau orang bukan Yahudi, atau gereja Tuhan. " {AA 316.2}

Kata-kata peringatan rasul kepada gereja Korintus berlaku untuk semua masa dan secara khusus disesuaikan zaman kita. 

Yang dimaksud dengan penyembahan berhala tidak hanya sekadar menyembah berhala, tetapi melayani diri sendiri, cinta kemudahan, kepuasan nafsu makan dan nafsu lainnya. 

Sebuah pengakuan iman di dalam Kristus, pengetahuan kebenaran yang sombong, tidak membuat seseorang menjadi Kristen. 

Agama yang hanya berusaha memuaskan mata, telinga, dan selera, atau yang mendukung pemanjaan diri, bukanlah agama Kristus. {AA 317.1}

Tulisan aslinya :

Paul urged his brethren to ask themselves what influence their words and deeds would have upon others and to do nothing, however innocent in itself, that would seem to sanction idolatry or offend the scruples of those who might be weak in the faith. “Whether therefore ye eat, or drink, or whatsoever ye do, do all to the glory of God. Give none offense, neither to the Jews, nor to the Gentiles, nor to the church of God.” {AA 316.2}

The apostle’s words of warning to the Corinthian church are applicable to all time and are especially adapted to our day. By idolatry he meant not only the worship of idols, but self-serving, love of ease, the gratification of appetite and passion. A mere profession of faith in Christ, a boastful knowledge of the truth, does not make a man a Christian. A religion that seeks only to gratify the eye, the ear, and the taste, or that sanctions self-indulgence, is not the religion of Christ. {AA 317.1}


Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}

Sabtu, 17 Oktober 2020. Penglihatan TUHAN : Pandangan Alkitabiah

Apakah saya masih gemar mengeluarkan kata2 yang murahan, 'remeh-temeh', perkataan2 yg tdk penting ? gemar tertawa keras dan riuh ? Apakah saya sedang menyalakan 'api asing' ? Tahukah saya, sejak saya muda, Kristus ingin orang2 muda menyerahkan diri kepadaNya, dengan semua yang ada ? Sadarkah saya bahaya yang saya hadapi saat tidak terhubung dengan Tuhan ? sudahkah saya jujur kepadaNYA ? Apakah perilaku hidup saya sedang membahayakan jiwa saya dan juga orang2 di sekitar saya ? Apa TUHAN tidak lihat ? Amsal 15:3  Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik. Kristus ingin orang2 muda menyerahkan diri kepadaNya, dengan semua yang mereka miliki.  Waktu kita, karakter kita, pengaruh kita, adalah milik Tuhan, dan harus diberikan untuk melayani Dia.  Setiap jam dalam sehari kita harus menyadari bahwa Tuhan sudah semakin dekat, Dia melihat semua yang kita lakukan, dan mendengar setiap kata yang kita ucapkan.  Mata Tuhan ada di setiap tempat, melihat ...