Skip to main content

10 Juli 2020, Pendalaman

Apa saya masih lebih takut kepada manusia, lebih takut kepada 'bos' dunia saya, daripada lebih takut kepada 'Bos' dunia dan akhirat, Sang Pencipta?

Sudahkah saya meninggikan dan mengutamakan "Beginilah firman Tuhan" jauh di atas "beginilah firman gereja" atau "beginilah firman negara"?

Sudahkah saya menebus sikap 'pengecut' saya sama seperti yang Petrus berani lakukan demi TUHAN nya?

Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar." Kisah Para Rasul 4:19, 20. {CC 329.1}

Pada hari setelah penyembuhan orang yg cacat [Kisah Para Rasul 3], Hanas dan Kayafas bersama para petinggi bait suci lainnya, bertemu bersama untuk persidangan, dan para tahanan [Petrus dan Yohanes] dibawa ke hadapan mereka. 

Di ruangan itu dan di depan orang-orang itu pernah Petrus dengan malu-malu menyangkal Tuhannya. 

Ini terlintas dalam benak Petrus ketika dia muncul untuk persidangannya sendiri. Dia sekarang memiliki kesempatan untuk menebus sikap pengecutnya .... {CC 329.2}

Tetapi Petrus yang menyangkal Kristus pada saat-saat kebutuhan terbesar-Nya adalah impulsif dan percaya diri, sangat berbeda dari Petrus yang  sekarang dibawa ke hadapan Sanhedrin untuk diperiksa. 

Sejak kejatuhannya ia telah bertobat. Dia tidak lagi bangga dan sombong, tapi rendah hati dan tidak percaya pada diri sendiri lagi. Ia dipenuhi dengan Roh Kudus, dan dengan bantuan kuasa ini ia bertekad untuk menghilangkan noda kemurtadannya dengan menghormati Nama yang pernah ia tolak. {CC 329.3}

Prinsip di mana para murid sekarang berdiri tanpa rasa takut, adalah jawaban atas larangan berbicara dalam nama Yesus, mereka menyatakan, “Apakah benar di mata Allah untuk mendengarkan kamu lebih dari pada mendengarkan Allah, Hakim mu, ”adalah sama dengan yang dianut oleh para penganut Injil untuk dipertahankan pada zaman Reformasi .... {CC 329.4}

Prinsip ini kita miliki di zaman kita dengan kuat dipertahankan. Bendera kebenaran dan kebebasan beragama dipegang tinggi oleh para pendiri gereja Injil dan oleh saksi-saksi Allah selama berabad-abad yang telah berlalu sejak itu, telah , dalam konflik terakhir ini, dilakukan di tangan kita .... 

Kita harus menghargai pemerintah sebagai hasil pengangkatan Ilahi, dan mengajarkan kepatuhan kepada mereka sebagai tugas suci, dalam lingkungannya yang sah. 

Tetapi ketika perintah mereka bertentangan dengan perintah Tuhan, kita harus menaati Tuhan lebih daripada manusia. 

Firman Tuhan harus diakui di atas semua undang-undang manusia.  

"Beginilah firman Tuhan" tidak harus direndahkan oleh "beginilah firman gereja" atau "beginilah firman negara." 

Mahkota Kristus harus diangkat di atas mahkota penguasa dunia. {CC 329.5}

Tulisan aslinya :

But Peter and John answered and said unto them, Whether it be right in the sight of God to hearken unto you more than unto God, judge ye. For we cannot but speak the things which we have seen and heard. Acts 4:19, 20. {CC 329.1}

On the day following the healing of the cripple [Acts 3], Annas and Caiaphas, with the other dignitaries of the temple, met together for the trial, and the prisoners [Peter and John] were brought before them. In that very room and before some of those very men, Peter had shamefully denied his Lord. This came distinctly to his mind as he appeared for his own trial. He now had an opportunity of redeeming his cowardice.... {CC 329.2}

But the Peter who denied Christ in the hour of His greatest need was impulsive and self-confident, differing widely from the Peter who was brought before the Sanhedrin for examination. Since his fall he had been converted. He was no longer proud and boastful, but modest and self-distrustful. He was filled with the Holy Spirit, and by the help of this power he was resolved to remove the stain of his apostasy by honoring the name he had once disowned.42 {CC 329.3}

The principle for which the disciples stood so fearlessly when, in answer to the command not to speak any more in the name of Jesus, they declared, “Whether it be right in the sight of God to hearken unto you more than unto God, judge ye,” is the same that the adherents of the gospel struggled to maintain in the days of the Reformation.... {CC 329.4}

This principle we in our day are firmly to maintain. The banner of truth and religious liberty held aloft by the founders of the gospel church and by God’s witnesses during the centuries that have passed since then, has, in this last conflict, been committed to our hands.... We are to recognize human government as an ordinance of divine appointment, and teach obedience to it as a sacred duty, within its legitimate sphere. But when its claims conflict with the claims of God, we must obey God rather than men. God’s word must be recognized as above all human legislation. A “Thus saith the Lord” is not to be set aside for a “Thus saith the church” or a “Thus saith the state.” The crown of Christ is to be lifted above the diadems of earthly potentates.43 {CC 329.5}

Comments

Popular posts from this blog

Kamis, 16 September 2021

Youtube Thumbnail Image https://wwwdotrainbowtokendotcom/wp-content/uploads/2017/11/The-Lord-Jesus-Christ-Is-God-Himselfdotjpg Peliharalah dirimu dalam kasih Allah, mencari rahmat Tuhan kita Yesus Kristus untuk hidup yang kekal. Juli 21. {FH 344.1} Mereka yang mendengar dari bibir Kristus kata-kata, “Bagus, engkau hamba yang baik dan setia,” akan menjadi pelayan kebenaran yang heroik. Mereka mungkin tidak pernah mengkhotbahkan khotbah dari mimbar,  tetapi setia pada rasa tuntutan Tuhan atas mereka dan cemburu akan kehormatan-Nya, mereka akan melayani jiwa-jiwa yang dibeli dengan darah Kristus. Mereka akan melihat perlunya membawa ke dalam pekerjaan mereka pikiran yang rela,  semangat yang sungguh-sungguh, dan semangat yang tulus dan tidak mementingkan diri. Mereka tidak akan mempelajari cara terbaik untuk mempertahankan martabat mereka sendiri, tetapi dengan perhatian dan perhatian akan berusaha untuk memenangkan hati orang-orang yang mereka layani.... {FH 344.2} Rasul Paulus ...

Sabtu, 31 Oktober 2020. Lebih Banyak lagi Pelajaran dari Guru Agung

Bartimeus yg buta rindu bertemu Yesus Kristus utk disembuhkan dan berhasil bertemu dan disembuhkan, namun banyak orang yang bisa melihat yang tidak mampu bertemu Juruselamat dunia ? apa saya sungguh membutuhkan Yesus Kristus dalam hidup saya atau saya hanya sekadar orang yg bisa melihat tapi 'buta' akan kebutuhan Juruselamat (tahukah saya kenapa saya masih 'buta' sampai hari ini) ? Orang Farisi dan para 'guru2 spiritual' yg handal dlm mengajarkan firman, para ahli2 kitab tidak dapat melihat keindahan di dalam Yesus Kristus, mereka nampaknya melihat tapi 'buta' juga ? Yesus yang mana sesungguhnya yg sdg saya 'pandang' ? Yesus Kristus atau 'Yesus' yang lain (another Jesus) yg menginspirasi 'lifestyle' saya ? Tahukah saya, saat saya 'memandang' maka saya akan diubahkan serupa dengan yg saya 'pandang' ? Sadarkah saya, jika saya 'memandang' Yesus Kristus yang biasa berpakaian sederhana dan hidup sederhana, maka ...

Senin, 13 Desember 2021

“Allah tidak memihak” (Galatia 2:6, RSV), kata Paulus, “Injil ...adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya; kepada orang Yahudi terlebih dahulu, dan juga kepada orang Yunani. Karena di situlah kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman: seperti ada tertulis: Orang benar akan hidup oleh iman.” Injil ini sama-sama berguna bagi orang Yahudi dan bukan Yahudi. {TT 198.6} “God shows no partiality” (Galatians 2:6, RSV), declares Paul, “The gospel ... is the power of God unto salvation to everyone that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. For therein is the righteousness of God revealed from faith to faith: as it is written, The just shall live by faith.” This gospel is equally efficacious for Jew and Gentile. {TT 198.6}